YOGJAKARTA –  Kekalahan Martapura FC atas PSIM Yogjakarta dengan skor 2 – 3 dikandang lawan, bukan berarti Laskar Sultan Adam miskin akan peluang. Banyak peluang yang terbuang atau sia-sia, karena kurang tenangnya pemain saat berhadapan dengan penjaga gawang.

Hal tersebut diakui pencetak gol pertama Martapura FC Qischil Gandrum Minny yang mampu menyarangkan bola di jala lawan dimenit ke 65, melalui umpan dari Muhammad Rozi yang mampu melewati 3 pemain PSIM dari sebelah kanan pertahanan lawan.

Menurut Qischil, siapa yang mencetak gol dalam pertandingan tersebut tidaklah penting baginya. Namun yang lebih penting adalah bagaimana meraih poin dikandang lawan. Namun apa boleh buat fakta ternyata bicara lain, laga perdana ini terjadi banyak kesalahan.

Menurutnya, untuk menjalani laga perdana dengan tampil grogi adalah wajar dan normal. “Tidak gampang kalu main away mas, ” katanya sambil berbenah diruang ganti untuk menuju penginapan.

Ditambahkannya, banyak faktor yang mempengaruhi pertandingan, diantaranya dukungan ribuan suporter yang begitu fanatik, main diluar kandang serta kepemimpinan wasit.

Sementara itu pencetak gol kedua Martapura FC Aidil Bogel di menit ke 76 mengaku jika gol tersebut mengenai bagian paha sebelah kanannya, hasil umpan crossing yang dilakukan oleh Mustaqim Ohorela dari sebelah kanan pertahanan lawan.

“Kita memang banyak memiliki peluang terutama pada babak kedua, tapi sayang tidak bisa dimanfaatkan secara maksimal,” ujarnya.

Bogel juga mengakui bahwa lawan lebih efektif memanfaatkan setiap kesempatan, sehingga lawan bisa meraih kemenangan.”Mereka lebih efektif dari kita, dan mampu memanfaatkan peluangnya hingga berbuah gol’. Katanya.

Dalam pertandingan perdana tersebut memang ada beberapa peluang terbaik dari Laskar Sultan Adam, diantaranya umpan terobosan terukur dari jendral lapangan tengah Adi Setiawan hingga membuat Rifan Nahamamuri  berhadapan langsung dengan penjaga gawang.

Namun sayang tendangan kerasnya membentur tiang sebelah kanan gawang. Peluang lain juga dimiliki Adi Setiawan dengan tendangan keras jarak jauhnya, namun lagi-lagi bola hanya melewati mistar gawang.

Peluang demi peluang memang dimiliki oleh Martapura FC, permasalahannya terletak pada penyelesaian akhir. Ketajaman serta ketenngan pemain sepertinya menjadi pekerjaan rumah dan memang harus di asah lagi, guna hasil yang lebih maksimal menghadapi lawan-lawan berikutnya.

Gagalnya martapura FC di laga perdana Liga 2 grup 5 ini, menurut sang Kapten Martapura FC,  Erwin Gutawa, memang menjadi pelajaran yang berharga yang harus diperbaiki. Erwin mengakui banyak instruksi pelatih yang tidak terlaksanakan dilapangan.

Seperti umpan pendek dari kaki ke kaki yang dimulai dari bawah hingga kepertahanan lawan. Fakta dilapangan umpan panjang masih mendominasi permainan.”Kita kurang penerapan instruksi pelatih, makanya hasilnya seperti ini,” ujarnya.

Lebih jauh dikatakannya, pertandingan melawan Persebaya hari Minggu ioni dipastikan akan lebih baik lagi, target 3 poin penuh akan didapatkan. “KJita akan raih poin penuh, dan tak akan memberikan kesempatan bagi Persebaya untuk curi poin,” tegasnya.(ron)