YOGJAKARTA – Kekalahan tipis 3-2 atas lawannya PSIM Yogyakarta saat laga perdana Liga 2 Indonesia di grup 5 membuat pelatih Frans Sinatra Huwae kecewa. Kekecewaan Frans diluapkan terhadap para pemainnya diruang ganti stadion Sultan Agung Bantul minggu (23/4) petang.

Kekecewaan Frans cukup beralasan, lantaran para pemainnya tidak main lepas dan tampil dibawah standar tidak seperti yang diharapkan. Frans mengatakan ia salut dan  akan angkat tangan jika permainan lawan tampil bagus, namun fakta dilapangan pemain lawan tampil biasa-biasa saja.

“Buat apa hasil uji coba selama ini bagus, toh pada pertandingan sesungguhnya hasilnya nol ,“ ungkapnya kesal.

Lebih jauh dikatakan,  ia tidak habis pikir kenapa ini harus terjadi disaat fisik dan mental pemainnya siap seratus persen. Para pemainnya nampak tegang dan lambat panas sehingga momen tersebut dimanfaatkan tim lawan untuk mencetak gol lebih dulu.

Frans mengatakan kekalahan yang terjadi saat laga perdana ini adalah kesalahan tim, dan jangan sampai kesalahan ini terulang kembali pada laga-laga berikutnya. “Semua harus di evaluasi, kita tidak perlu mencari siapa yang salah dalam hal ini, semua adalah kesalahan tim. kita gagal memberikan yang terbaik kepada manajemen dan pencinta Martapura FC,” imbuhnya.

Selain itu frans juga mengaku kecewa dengan kepemimpinan wasit yang terkesan berat sebelah. Wasit banyak merugikan Martapura FC. “Setidaknya kita harusnya dapat dua kali penalti atas pelanggaran yang dilakukan pemain lawan,” ujar Frans dengan nada kecewanya.

Tidak sampai disitu, insiden kartu kuning yang terkesan aneh juga menjadi penyebab rusaknya mental pemain. Muhammad Rozi mendapat kartu kuning, yang cukup kontroversial, karena kesalahan  yang disebabkan teledornya asisten wasit saat melakukan pergantian pemain.

“Assisten wasit menyuruh Rozi masuk lapangan dengan mengangkat papan pergantian pemain, padahal si kulit bundar saat itu belum mati alias masih on dan dikuasai oleh penjaga gawang lawan. Akibatnya wasit mengambil keputusan begitu cepat tanpa kompromi untuk mengeluarkan kartu kuning untuk Rozi, ini yang kami, tim pelatih, official dan pemain Martapura FC protes keras terhadap wasit atas insiden sangat langka tersebut,” cetusnya.

Pihak managemen Martapura FC sendiri , menurut Manajer  tim, Said, Martapura FC benar-benar dirugikan atas kepemimpinan wasit tersebut. “Tetapi terlepas dari itu, para pemain kami juga tampil dibawah performance terbaik mereka, terlihat grogi dan tidak lepas.,” akunya.

“Evaluasi secara intensif kami lakukan terhadap tim untuk menghadapi laga ke dua versus Persebaya Surabaya hari Minggu ini (30/4),” tegasnya.(ron)